Kamis, 27 Juni 2013

RPUL Versi Baghdad

gili kondo 24_6_2013
  1. Koordinat, Sistem koordinat digunakan untuk menunjukkan suatu titik di Bumi berdasarkan garis lintangdan garis bujur. Pengukuran koordinat dapat menggunakan GPS seperti Garmin, dll. Biasanya, pada GPS terbaru koordinat yang di tampilkan sudah dalam format Derajat-Menit-Detik (Degree-Minutes-Second), menggunakan dalam WEB GIS Cipta Karya harus dirubah kedalam untuk (HHHH, DDD). Kaitannya dengan latitiude dan longitude adalah kedua garis lintang dan bujur inilah (latitude = garis lintang, longitude = garis bujur) yang menentukan diperolehnya suatu nilai derajat dari suatu titik yang diukur. Latitude adalah garis yang melintang diantara kutub utara dan kutub selatan. Latitude dibedakan menjadi 2 wilayah, yaitu utara atau yang biasa kita sebut lintang utara dan selatan atau yang biasa kita sebut lintang selatan, dimana nilai koordinat dibagian utara selalu positif dan nilai koordinat dibagian selatan adalah negatif. Berikut nilai-nilai yang dijadikan patokan ukuran garis lintang ini adalah :
    1. Garis paling atas (kutub utara) = 90 derajat
    2. Garis paling tengah (equator) = 0 derajat, dan
    3. Garis paling bawah (kutub selatan) = -90 derajat
    Sebaliknya, longitude adalah garis membujur/garis bujur ini digunakan untuk mengukur sisi barat-timur koordinat suatu titik dibelahan bumi. Sama seperti equator pada latitude yang berada ditengah dan memiliki nilai 0 (nol) darajat, pada longitude, garis tengah yang bernilai 0 (nol) derajat disebut garis Prime meridian. Sedangkan garis yang berada paling kiri memiliki nilai -180 derajat, dan yang paling kanan memiliki nilai 180 derajat.
    Longitude juga dibedakan menjadi 2 wilayah, yaitu bujur timur dan bujur barat, dimana koordinat yang berada di timur selalu bernilai POSITIF, dan sebaliknya yang berada di barat selalu NEGATIF. Nilai satuan ujuran derajat menjadi kilometer pada longitude juga sama seperti pada latitude.
    Demikian pemakaian GPS kita sering mendapatkan titik koordinat suatu posisi lokasi dalam bentuk Latitude Longitude atau Degree oleh karena itu harus tahu cara mengkonversi bilangan tersebut dari bentuk Degree (derajat, menit, detik) menjadi Latitude Longitude, atau sebaliknya.                    CARA KONVERSINYA :
    Bila kita mendapat angka 109.036389 Longitude maka dapat mengubahnya menjadi 109 derajat lalu angka di belakang koma 
    (contoh di atas = .036389) kita kalikan bilangan decimal 60, (0.036389 x 60 = 2.18334) kita tulis urutan kedua yaitu 2 menit, 
    ‘sisanya’ angka dibelakang koma (contoh di atas = .18334) kita kalikan lagi dengan bilangan decimal 60, (0.18334 x 60 = 11.004) 
    kita tulis urutan ketiga yaitu 11 detik, maka secara lengkap ditulis 109 derajat 2 menit 11 detik 
    atau dengan simbolik  1090 2’ 11” 
    cat; : Hal ini berlaku juga pada Latitude.
    Sebaliknya bila kita mendapatkan angka 7 derajat 13 menit 13 detik maka dapat mengubahnya menjadi Latitude format dengan formula sebagai berikut :
    Derajat + (menit/60) + (detik/3600)
    Contoh koordinat di atas dapat dihitung sbb :
      7 + (13/60) + (13/3600) = 7.220278 atau 
    7 + (0.216667) + (0.003611) = 7.220278
  2. Harley-Davidson:

    Motor Harley Davidson Pertama Tahun 1903 (HarleyDavidson.com)SEJARAH Harley Davidson sebenarnya dimulai dari niat William Harley dan Arthur Davidson meneruskan ide para pendahulunya, mulai Sylvester Howard Roper sampai Gottlieb Daimler. ''Tujuannya pun sangat sederhana: supaya bisa melahap tanjakan yang ada di daerah Milwaukee, Wisconsin,'' kata William dan Arthur.

    Bandingkan ini dengan keinginan Roper dan Daimler. Roper mengembangkan motor pertama kali pada 1868. Motor ini menggunakan mesin uap. Walau ciptaan Roper tak mendapat sambutan luas, sejumlah idenya, seperti pedal gas di tangan, banyak diadopsi motor masa depan. Selain mesin bertenaga uap, Roper juga menciptakan mesin dua silinder bertenaga arang.

    Sementara Gottlieb Daimler dianggap sebagai orang pertama yang benar-benar menciptakan motor pada 1885. Namun, belakangan, Daimler lebih intens berkutat di kendaraan roda empat. Ia dikenal karena persekutuannya dengan Karl Benz membentuk Daimler-Benz Corporation, produsen mobil Mercedes-Benz.

    Ketika Harley dan Davidson memulai usahanya, sejumlah terobosan penting lain juga sedang berlangsung. Henry Ford sedang bereksperimen menciptakan mobil pertama. Keluarga Wright juga sedang asyik dengan konsep pesawat terbang. Seperti kita tahu, Ford dan Wright akhirnya sukses. Ford dengan mobil model T-nya, dan Wright dengan rintisan awal pengembangan pesawat udara.

    Di sisi lain, Harley dan Davidson berhasil menciptakan ikon penting dalam sejarah kendaraan roda dua. Terobosan paling pentingnya adalah mesin berkonfigurasi V, yang kemudian juga dikenal dengan Knucklehead, Panhead, Shovelhead, Evolution, sampai Twin Cam. Mesin ini belakangan menjadi acuan bagi perusahaan lain, khususnya dari Jepang, dalam membuat motor besar.


    Mulai dengan Mesin 60 cc
    William Harley (Dok. GATRA)HARLEY dan Davidson memulai perjalanan panjang ini pada 1903, ketika usia mereka masih di awal 20-an. Hasil perdana utak-atik dua anak muda ini adalah mesin satu silinder dengan kapasitas 60 cc. Bisa jalan dan berhasil melahap tanjakan dengan gampang. Belakangan, karena sukses ini, dua saudara Arthur, Walter dan William Davidson, ikut bergabung.

    Dua tahun kemudian, mereka sepakat melembagakan usahanya itu ke dalam Harley-Davidson Motorcycles Co. Ketika berdiri, perusahaan itu baru memproduksi tiga unit motor. Ketiga motor itu dihasilkan dari ''pabrik'' di halaman rumah milik keluarga Davidson. Yang disebut pabrik itu adalah gubuk kecil di belakang rumah keluarga Davidson.

    Arthur Davidson & William Davidson (Dok. GATRA)Pada 1906, perusahaan itu pindah ke Juneau Avenue, menempati ruangan lebih luas. Karena lebih leluasa, tahun itu Harley-Davidson bisa menghasilkan 150 unit motor. Kebanyakan motor mereka dibeli kepolisian setempat. Alasannya, motor Harley-Davidson bisa dipacu dengan kecepatan cukup tinggi, dan lincah.

    Enam tahun setelah berdiri, Harley-Davidson memperkenalkan mesin dua silinder konfigurasi V dengan sudut 45 derajat. Kapasitas mesin itu 49,5 kubik inci (sekitar 790 cc) dan mampu menghasilkan sekitar tujuh tenaga kuda. Dengan mesin itu, kecepatan 60 mil per jam bisa dicapai. Ketika itu, Harley-Davidson tak mengira mesin model itu bakal jadi salah satu ciri khas produk mereka.

    Tahun yang sama, Harley-Davidson berhasil menerobos angka produksi 1.000 unit, tepatnya 1.149 unit. Persaingan dari pabrik lain mulai terasa, dua tahun kemudian. Rupanya, sukses Harley-Davidson menjadi inspirasi bagi pabrik lain untuk memulai usaha. Pada 1911, paling tidak muncul sekitar 150 merek motor. Mereka tentu jadi pesaing Harley-Davidson, walaupun tak berat-berat betul.

    Buktinya, Harley-Davidson tak sulit menambah produksi. Pada 1913, ketika pabrik sudah diperluas, produksi Harley-Davidson hampir mencapai 13.000 unit. Jumlah itu bertambah lagi selama periode 1916 sampai 1918, menjadi sekitar 20.000 unit. Ini terutama karena Pemerintah Amerika Serikat memesan kendaraan roda dua untuk keperluan Perang Dunia I.


    Menaklukan The Great Depression
    Walter Davidson (Dok. GATRA)MEMASUKI 1920-an, Harley-Davidson menjadi pabrik motor terbesar di dunia, dengan jumlah produksi 28.189 unit. Untuk memasarkan produknya itu, Harley-Davidson punya agen di 67 negara. Pada dekade ini, Harley-Davidson memperkenalkan sejumlah inovasi. Kapasitas mesin V dikembangkan menjadi 74 inci kubik (sekitar 1.184 cc). Tangki bensin desain tetes air mata diperkenalkan pada 1925. Pada 1928, motor Harley-Davidson mulai dilengkapi rem depan.

    Semua prestasi itu cukup menjadi modal Harley-Davidson dalam menghadapi The Great Depression, resesi ekonomi 1933. Walau jumlah produksi menurun sampai 3.700 unit, Harley-Davidson mampu bertahan. Pembuat motor lain yang juga bertahan adalah Indian. Perusahaan ini kemudian menjadi satu-satunya pesaing Harley-Davidson hingga 1950-an.

    Ketika depresi selesai, Harley-Davidson langsung tancap gas. Mereka memperkenalkan model EL dengan mesin berkapasitas 976 cc. Model mesin seperti ini populer dengan sebutan Knucklehead. Dengan Knucklehead, Harley-Davidson perlahan bangkit. Pada 1936, jumlah produksi Harley-Davidson mencapai 9.812 unit.

    Perang Dunia I di Jerman, 1918 & Konvoi Harley Pada Perang Dunia II di AS (HarleyDavidson.com)Perang Dunia II membawa berkah tersendiri, sekaligus menjadi tonggak sejarah baru bagi Harley-Davidson. Setelah Jepang menyerang Pearl Harbour, seluruh kemampuan produksi Harley-Davidson dialokasikan untuk menghasilkan motor bagi kepentingan pasukan Sekutu. Kebutuhan konsumen sipil ditinggalkan sama sekali.

    Selama 1941-1945, sekitar 90.000 unit Harley-Davidson seri WML dibuat. Untuk prestasi itu, Harley-Davidson mendapat medali ''E'' dari Angkatan Laut Amerika Serikat.

    Usai perang, Harley-Davidson kembali membuka keran produksi sipilnya. Eh, ternyata banyak veteran perang yang kepincut performa motor itu, dan ingin mengembalikan romantisme mengendarai Harley-Davidson. Ribuan unit Harley-Davidson, baik produksi sesudah perang maupun model lama, berpindah ke rumah para veteran, cikal bakal penggemar fanatik Harley-Davidson.


    Bersaing dengan Indian

    PADA 1948, produksi Harley-Davidson menjadi 31.163 unit. Tahun itu, Harley-Davidson kembali memperkenalkan inovasi barunya, yaitu mesin 74 inci kubik yang dilengkapi hydraulic valve lifters dan cylinder head aluminium. Mesin ini disebut The Panhead karena tutup kepala silindernya menyerupai penggorengan terbalik.

    Memasuki 1950-an, generasi kedua keluarga pendiri mulai menjadi motor penggerak perusahaan itu. Ketika merayakan hari jadi ke-50, Harley-Davidson tinggal sendirian di pasar motor Amerika. Pesaing tradisionalnya, Indian, sudah gulung tikar.

    Pada 1957, Harley-Davidson memperkenalkan The Sportster, yang disebut-sebut sebagai The Father of Superbikes, biangnya motor besar. Setahun kemudian, Harley-Davidson memperkenalkan Duo Glide, yang menggunakan suspensi belakang hidrolik untuk melengkapi suspensi depan yang menggunakan model garpu.

    Marlon Brando (Dok. GATRA)Berikutnya, pada 1963, Harley-Davidson mengadopsi penggunaan fiberglass ke dalam motor-motornya. Untuk keperluan ini, mereka membeli 60% saham Tomahawk Boat Manufacturing Co, produsen fiberglass di Wisconsin.

    Tahun 1950-1960 juga ditandai dengan hadirnya komunitas bikers, yang memperkenalkan budaya pengendara motor. Mereka gampang dikenali karena menggunakan jaket kulit, penuh tato, dan berambut panjang. Citra Wild Ones ini diperkenalkan Marlon Brando lewat film berjudul sama.

    Komunitas resmi Harley-Davidson sendiri baru didirikan pada 1983, dengan nama Harley Owner Group (HOG). Ini menjadi komunitas pemilik Harley-Davidson terbesar yang disokong langsung oleh produsen. Saat ini, jumlah anggota HOG mendekati satu juta orang di seluruh dunia.


    Masa Gelap Akibat Merger
    Elvis Presley (Dok. GATRA)PADA 1965, Harley-Davidson masuk bursa. Empat tahun kemudian, American Machine and Foundry (AMF) melakukan merger dengan Harley-Davidson. Namun, masa merger ini dianggap sebagai masa paling gelap dalam sejarah Harley-Davidson. Pasalnya, pada 1970 dan 1980, motor buatan Jepang yang harganya sangat murah memasuki pasar.

    Ketika Honda, Kawasaki, dan Suzuki masuk pasar Amerika Serikat, pangsa pasar Harley-Davidson turun drastis. Dari semula 80% pada 1969, menjadi 20% sepuluh tahun kemudian. Penurunan pangsa pasar itu membuat gerah sejumlah eksekutif Harley-Davidson. Mereka pun mencari jalan untuk menyelamatkan perusahaan.

    Untuk mengembalikan Harley-Davidson ke khitahnya, mereka mengajukan proposal ke Citicorp. Dengan sokongan dana US$ 80 juta dari Citicorp, mereka membeli kembali saham yang dikuasai AMF (Citicorp menjual saham itu ke Heller-Financial Corporation pada 1986). Konsep dan filosofi produksi dan jualan Harley-Davidson pun diperbaiki.

    Semula, motor Harley-Davidson adalah produk yang terjangkau dan mudah dipakai serta dimodifikasi. Itu diubah dengan menjadikan Harley-Davidson produk mahal dan onderdilnya sulit dicari. Untuk mengganti lampu belakang, misalnya, pemilik motor Harley-Davidson tak bisa cuma membeli batoknya. Tapi harus membeli keseluruhan sepatbornya.

    Arlen Ness (Dok. GATRA)Selain Marlon Brando, sejumlah selebriti menjadikan motor Harley-Davidson bagian dari penampilan mereka. Baik di layar lebar, layar kaca, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pada 1956, Elvis Presley, si Raja Rock 'n' Roll, dan sebuah motor Harley-Davidson menjadi sampul majalah Enthusiast.

    Pertengahan 1990-an, Arnold Schwarzeneger tampil dengan Harley-Davidson di film Terminator. Aksi Lorenzo Lamas dan Harley-Davidson Softail bertangki bensin kuning dengan lidah api merah dalam film serial Renegade juga menjadi tontonan favorit pada akhir 1990.

    Baru-baru ini, aktor Keanu Reeves membagikan 12 unit Harley-Davidson, yang total harganya mencapai US$ 200.000, kepada semua pemeran pengganti film Matrix Reloaded. Menurut Reeves, ini merupakan tanda terima kasihnya kepada para stuntman itu.


    Reputasi Hell's Angels dan Modifikasi Arlen Ness

    SELAIN para selebriti, ada kelompok bikers lain yang memicu popularitas motor Harley-Davidson, yaitu Hell's Angels Motorcycle Club. Klub Hell's Angels pertama berdiri di Berdoo, California. Ada literatur yang menyebutkan bahwa cikal bakal kelompok ini adalah klub Pissed Off Bastards yang ada di Fontana, California.

    Hell's Angels California (AP Photo/Stephen Mills)Hell's Angels terkenal ke seantero jagat (ada 100 chapter di seluruh dunia dan sepertiganya di Amerika Serikat). Namun sekaligus sangat misterius. Baru Ralph ''Sonny'' Barger, lewat buku berjudul Hell's Angel, yang bisa menceritakan sepak terjang mereka. Sonny sendiri anggota klub itu.

    ''Hell's Angels adalah sekumpulan laki-laki yang bersedia mati untuk teman-temannya apa pun taruhannya,'' kata Sonny. Walau terkesan eksklusif, pengaruh Hell's Angels jelas signifikan. ''Merekalah yang menjadi pionir modifikasi Harley-Davidson menjadi motor-motor seram,'' kata Sonny.

    Nama Hell's Angels makin terkenal setelah insiden di konser Rolling Stones, November 1969. Pada konser di Altamont Raceway itu, Stones meminta Hell's Angels menjadi satpam. Konser itu diwarnai insiden yang berpuncak ketika seseorang naik ke panggung sambil mengacungkan pistol. Seorang anggota Hell's Angels tertembak. Pria berpistol itu mati ditusuk anggota Hell's Angels lainnya.

    Selain Hell's Angels, nama Arlen Ness juga tak bisa dipisahkan dari perjalanan Harley-Davidson. Ness adalah seorang perajin aksesori khusus Harley-Davidson. Ness menjadi acuan buat penggemar Harley-Davidson dalam meng-customize motornya.

    Ness memulai bisnisnya di garasi rumahnya pada 1967. Modal Ness waktu itu satu unit Harley-Davidson yang dibeli dengan uang hasil memenangkan turnamen boling. Motor itu tak bertahan lama dengan desain aslinya. Dengan modal cat semprot, Ness mengecat ulang motor tersebut. Hasil kerjanya kemudian dibawa ke sebuah turnamen dan sukses meraih penghargaan pertama.


    Lebih Hebat dari Intel dan General Electric

    SESUDAH itu, banyak pesanan pengecatan mengalir. Semua order dikerjakan Ness mulai sore hingga lewat tengah malam. Pasalnya, Ness masih jadi pekerja kantoran. Akhirnya, pekerjaan itu dilepaskan Ness. Pada 1973, Larry Kauferman, editor majalah Custom Bike, melihat kreasi Ness. Menurut dia, Ness punya keunikan yang tak dimiliki pemodifikasi lain.

    Ness kemudian tak hanya berkutat di urusan cat-mengecat. Ia merambah ke pembuatan aksesori dan modifikasi mesin serta sasis. Dalam membuat onderdil custom, Ness memegang pakem ''always innovate, never imitate''. Dari majalah Custom Bike, wajah Ness muncul di majalah-majalah lain seperti Hot Bike, Easy Rider, American Iron, dan banyak lagi.

    Selama hampir 1000 tahun, Harley-Davidson mempertahankan sistem pendingin mesin tradisional mereka, yaitu menggunakan udara. Baru pada Oktober 2001, Harley-Davidson memperkenalkan V-Rod, yang menggunakan air sebagai pendingin mesin. V-Rod adalah hasil kolaborasi Harley-Davidson dengan Porsche.

    Harley Davidson (AP Photo)Peluncuran V-Rod ini berkaitan dengan usaha Harley-Davidson merebut pasar muda Amerika Serikat yang kepincut berat motor Ducati buatan Italia yang dianggap memiliki desain seksi. Selain itu, Harley-Davidson juga berusaha merebut pasar muda Eropa, yang lebih memilih motor-motor buatan BMW.

    Jawaban Harley-Davidson adalah sebuah motor yang seluruh badannya diluluri krom dan aluminium. Motor seharga US$ 17.000 itu memiliki 110 tenaga kuda. Karena menggunakan pendingin air, mesin bisa dipaksa sampai putaran tinggi. Ini membuat V-Rod dapat dipacu sampai 225 kilometer per jam. V-Rod terbukti mampu membuat peminatnya antre. Eddie Irvine, pembalap Formula 1, adalah salah satunya. Baru beberapa hari setelah peluncuran V-Rod, Irvine sudah wara-wiri di lapangan parkir sirkuit dengan motor ini.

    Tahun lalu, majalah Forbes mendaulat Harley-Davidson Motorcycle Co sebagai ''Company of the Year''. Menurut Forbes, tahun itu banyak perusahaan yang dirundung malang, tapi Harley-Davidson mencatat pertumbuhan penjualan sebanyak 15% menjadi US$ 3,3 milyar. Pendapatan juga mengalami peningkatan sampai 26% menjadi US$ 435 juta.

    Saham perusahaan yang menaungi 8.000 karyawan ini di lantai bursa meningkat sebanyak 41% pada 2001, ketika indikator saham S&P mencatat penurunan sebanyak 15%. Faktanya, sejak masuk bursa pada 1986, pendapatan tahunan Harley-Davidson meningkat sebanyak 37%. Dan sejak Harley-Davidson masuk bursa, sahamnya mengalami peningkatan 15.000%. Bandingkan dengan Intel, misalnya, yang ''hanya'' mencatatkan peningkatan sebesar 7.200%. Atau General Electric yang 1.056%.

Sabtu, 18 Mei 2013

Penerimaan Siswa Baru Tahun 2013-2014



INFORMASI PENERIMAAN SISWA-SISWI BARU
SMK NW KUMBUNG-MASBAGIK
T.P. 2013/2014

sedot formulinya disini

Nomer Induk Siswa Nasional SMK NW Kumbung

Siswa/i kelas XI SMK NW Kumbung yang sedang melaksanakan prakerin, bahwa sebentar lagi kalian akan ditarik dari lokasi prakerin sekitar minggu pertama bulan juni 2013. Oleh karena itu harap segera menyelesaikan laporan. Bagi siswa yang ingin melihat NISN (nomer induk siswa nasional) dapat di download disini
 Contoh laporan ada disini
Format laporan ambil disini

Kamis, 16 Mei 2013

KUB (kelompok usaha bersama)

Beberapa waktu lalu, majalah Globe Asia merilis 100 besar kelompok usaha di Indonesia, yang diukur berdasarkan nilai penjualan yang diraih. Nama-nama beken seperti Salim, Sinar Mas, dan Lippo masih betah duduk di posisi sepuluh besar dalam daftar tersebut.
Berikut daftar lengkap 100 kelompok usaha terbesar tanah air :
1. Jardine Matheson, milik Henry Keswick (Inggris), pendapatan US$ 10.200 juta
2. Salim Grup, Anthony Salim, US$ 9.100 juta
3. Sinar Mas Grup, Eka Tjipta Widjaja, US$ 5.200 juta
4. Djarum Grup, Budi Hartono, US$ 4.900 juta
5. Bakrie Grup, Aburizal Bakrie, US$ 4.400 juta
6. Gudang Garam, Susilo Wonowidjojo, US$ 3.900 juta
7. Phillip Morris International, Phillip Morris (AS), US$ 3.600 juta
8. Lippo Grup, Mochtar Riady, US$ 3.300 juta
9. Raja Garuda Mas, Sukanto Tanoto, US$ 2.900 juta
10. Triputra Grup, Teddy P. Rachmat, US$ 2.700 juta
11. Khazanah Grup, Pemerintah Malaysia, US$ 2.600 juta
12. Para Grup, Chairul Tanjung, US$ 2.000 juta
13. Saratoga Capital, Edwin Soeryadjaya & Sandiaga Uno, US$ 1.980 juta
14. Qatar Telecommunication, Pemerintah Qatar, US$ 1.900 juta
15. Barito Pacific, Prajogo Pangestu, US$ 1.800 juta
16. Sampoerna, Putera Sampoerna, US$ 1.600 juta
17. Unilever, Mavibel BV (Belanda/Inggris), US$ 1.560 juta
18. Charoend Pokphand Grup, Benjamin Jiaravanon (Thailand), US$ 1.320 juta
19. Medco Energy, Arifin Panigoro, US$ 1.300 juta
20. Vale (Inco), CVRD Inco Ltd (Brazil), US$ 1.300 juta
21. Gajah Tunggal, Sjamsul Nursalim, US$ 1.280 juta
22. Ometraco Grup, Handojo Santosa, US$ 1.280 juta
23. Panasonic Gobel Grup, Rachmat Gobel, US$ 1.210 juta
24. Panin Bank Grup, Mukmin Ali Gunawan, US$ 1.200 juta
25. Carrefour, Carefour (Prancis), US$ 1.200 juta
26. Temasek Grup, Pemerintah Singapura, US$ 1.150 juta
27. Standard Chartered Bank, SCB London (Inggris), US$ 958 juta
28. Wings Grup, Eddy William Katuari, US$ 940 juta
29. Aneka Kimia Raya Grup, Soegiarto Adikoesoemo, US$ 940 juta
30. Trakindo, Achmad Hamami, US$ 902 juta
31. Kalbe Farma Grup, Boenjamin Setiawan, US$ 790 juta
32. Risjadson Grup, Ibrahim Risjad, US$ 750 juta
33. Berlian Laju Tanker, Hadi Surya, US$ 700 juta
34. Bhakti Investama, Harry Tanoesoedibjo, US$ 680 juta
35. Rajawali Grup, Peter Sondakh, US$ 656,8 juta
36. Heidelberg Cement Grup, Heidelberg Cement (Jerman), US$ 637 juta
37. Citra Tubindo, Kris T. Wiluan, US$ 625 juta
38. ABC Grup, Husain Djojonegoro, US$ 590 juta
39. Indorama Synthetics, Sri Prakash Lohia, US$ 553 juta
40. Sungai Budi, Widiarto, US$ 551 juta
41. Ramayana Lestari Sentosa, Paulus Tumewu, US$ 550 juta
42. Tunas Ridean, Anton Setiawan, US$ 550 juta
43. Maspion Grup, Alim Markus, US$ 510 juta
44. Samudera Indonesia, Shanti Poesposoetjipto, US$ 500,1 juta
45. Danone, Danone Grup, US$ 500 juta
46. Kompas-Gramedia, Jakob Oetama, US$ 482 juta
47. Holcim Indonesia, Holderfin (Swiss), US$ 480 juta
48. Bosowa Grup, Aksa Mahmud, US$ 471 juta
49. Lautan Luas, Adyansyah Masrin, US$ 446 juta
50. Tembaga Mulia Semanan, The Furukawa Electric (Jepang), US$ 440,5 jutas
51. Tempo Scan Pacific, Kartini Muljadi, US$ 436,8 juta
52. Kodeco Grup, H. Isyam, US$ 435 juta
53. Mulia Grup, Eka Tjandranegara, US$ 432 juta
54. Gemala & Santini, Sofjan Wanandi, US$ 431,25 juta
55. Alfamart, Djoko Susanto, US$ 420 juta
56. Hadji Kalla Grup, Jusuf Kalla, US$ 415 juta
57. Sintesa Grup, Johnny Widjaja, US$ 410 juta
58. Bank Bukopin, Kopelindo, US$ 395 juta
59. Mayora Indah, Jogi Hendra Atmadja, US$ 390 juta
60. Persada Capital, Benny Sutrisno, US$ 360 juta
61. Davomas Abadi, Husein Sutjiadi, US$ 360 juta
62. Texmaco, Marimutu Sinivasan, US$ 340 juta
63. Modern Grup, Luntungan Honoris, US$ 333,8 juta
64. Agung Podomoro Grup, Trihatma K. Haliman, US$ 331 juta
65. OCBC-NISP, OCBC Bank Singapore (Singapura), US$ 326 juta
66. Sinar Sosro, Soegiharto Sosrodjojo, US$ 316 juta
67. Metrodata Grup, Hiskak Secakusuma, US$ 310 juta
68. Sriwijaya Air, Chandra Lie, US$ 310 juta
69. Fajar Surya Wisesa, Winarko Sulistyo, US$ 302,7 juta
70. Garudafood, Sudhamek, US$ 300 juta
71. Rodamas Grup, Tan Siong Kie, US$ 294 juta
72. Artha Graha Grup, Tomy Winata, US$ 294 juta
73. Hexindo/Hitachi Indonesia, Hitachi Construction (Jepang), US$ 280,8 juta
74. Arpeni Pratama Oceanline, Untoro Surya, US$ 279 juta
75. Truba Alam Manunggal, Alam Manunggal, US$ 257 juta
76. FKS Multi Agro, Era Investama Cemerlang, US$ 250 juta
77. Batavia Air, Yudiawan Tansari, US$ 240 juta
78. Voksel Electric, Perfect Prospect, US$ 238 juta
79. Ciputra Grup, Ciputra, US$ 227 juta
80. Busana Apparel, Marimutu Maniwanen, US$ 216 juta
81. Sucaco, Erwin Suryo Raharjo, US$ 213 juta
82. Fast Food Indonesia, Dick Gelael, US$ 210 juta
83. Emtek Grup, Eddy Sariaatmadja dan Fofo Sariaatmadja, US$ 210 juta
84. Sierad Produce, Harvest Agents, US$ 202 juta
85. Apac Citra Centertex, Benny Soetrisno, US$ 200 juta
86. Trias Sentosa, Adilaksa Manunggal, US$ 191 juta
87. Pan Brothers, Bambang Setijo, US$ 181 juta
88. Malindo Feedmill, Lau Bong Wong (Malaysia), US$ 176 juta
89. Sat Nusapersada, Abidin Hasibuan, US$ 175 juta
90. OSO Grup, Oesman Sapta Oedang, US$ 175 juta
91. Indo Kordsa, Robby Sumampow, US$ 173 juta
92. Sumi Indo Kabel, Sumitomo Electric Industry (Jepang), US$ 168 juta
93. Total Bangun Persada, Komajaya, US$ 165 juta
94. Gunung Agung Grup, Putra Masagung, US$ 164 juta
95. Dynaplast, Soebakti Hambali, US$ 164 juta
96. Surya Semesta Internusa, Union Sampoerna, US$ 155 juta
97. Panorama Leisure Grup, Satrijanto Tirtawisata, US$ 145 juta
98. ADR Grup, Eddy Hartono, US$ 139 juta
99. Alakasa Industrindo, Ryburn Investment, US$ 138 juta
100. Summarecon, Soetjipto Nagaria, US$ 135 juta
101. proposal kub

KUB (kelompok usaha bersama)